Kehidupan sekarang serba dipermudah. Tinggal tekan
tombol cook di rice cooker. Nasi hangat bisa dinikmati sepanjang hari. Namun,
beberapa teman mengeluhkan, “ lho kok
nasi lembek terus kenapa ya?” atau di atasnya kelihatan pera tetapi, di
bawahnya lembek dan menggumpal.
Bisa jadi melakukan kesalahan yang kelihatannya sepele
berikut ini, nomor 6 sering terjadi tanpa disadari:
Kesalahan Memilih Jenis Beras
“Jenis beras apa yang sering teman-teman dikonsumsi?”
Biasanya pada packing beras tertera jenisnya apakah pulen, pera atau medium.
Untuk beras pulen memerlukan jumlah air yang lebih sedikit dari pada jenis
pera. Jenis medium memerlukan air dengan takaran yang standar. Sebaiknya
menetap pada satu merek beras agar tidak salah dalam try and error.
Mencuci Beras di Panci Penanak Nasi
Mencuci beras di panci langsung kelihatannya cukup
praktis. Tidak perlu mengotori wadah lainnya. Sayangnya, kebiasaan itu membuat
air menggenang di beras setelah dicuci alias bilasan terakhir tidak terbuang
semuanya. Air yang tergenang menambah takaran sehingga jumlah air menjadi lebih
banyak dari seharusnya.
Kebiasaan sepele ini selain membuat nasi menjadi
lembek, juga membuat panci lebih cepat rusak, karena elemen didalamnya
terganggu, tergores dan di bawah panci menjadi basah.
Mengaduk Nasi Setelah Matang?
Mengaduk nasi setelah tombol berpindah dari “cooking”
ke “warm” sangat baik agar nasi tidak lembek dan menggumpal di sisi
tengah panci. Saat panci dibuka uap air akan keluar, jatuh di tabung
penampungan sehingga tekstur nasi akan menjadi pulen. Pastikan tombol memasak
sudah berada di mode warm ya! Jika belum, malah membuat nasi jadi lebih lembek,
penyebabnya uap keluar sebelum waktunya dan air bagian bawah mengendap lebih
lama.
Masak dalam Jumlah Banyak atau Sebaliknya
“Ketika sedang ngadain berbuka bersama, lalu masak
dalam jumlah banyak. Kok hasilnya kurang bagus? Bagian tengah dan bawahnya
menggumpal, basah, padahal takaran air sudah pas, sudah diaduk juga.”
Ternyata, masak nasi dalam jumlah terlalu banyak
membuat waktu masak kurang merata. Kapasitas melampaui batas. Sebaiknya, jika
masak untuk jumlah banyak masak berulang dan pindahkan nasi yang telah matang
di termos nasi lalu masak lagi hingga jumlah yang diperlukan.
“Bagaimana memasak nasi dalam jumlah sedikit bisa
menyebabkan nasi lembek?”
Situasi ini rawan lembek juga sebab bisa jadi
penyesuaian takaran air yang kurang akurat.
Feeling Takaran
“Teman-teman team yang percaya diri menggunakan
feeling takaran atau mengikuti sesuai petunjuk di buku panduan pemakaian
menggunakan gelas ukur?”
Feeling takar sering terjadi membuat nasi lembek.
Disarankan untuk tetap menyesuaikan dengan jenis beras. Jika menggunakan
feeling takaran ala jadul, jangan lupa untuk meratakan permukaan beras,
lalu tambahkan air hingga menyentuh ruas pertama jari telunjuk.
Tidak Membersihkan Tempat Penampungan Air Uap
Seorang teman ada yang curhat, “kenapa ya nasiku
lembek? Padahal baru beli!” Setelah bertanya dengan detail, ternyata kesalahan
yang ia lakukan adalah wadah penampung air yang ada di samping penanak nasi
tidak pernah ia bersihkan. Ketika penuh, air di penutup panci menetes ke dalam
nasi. Menjadi lembek bahkan berbau dan mudah basi.
Dengan membersihkan tempat penampungan air uap. Saat
nasi matang, uap naik ke tutup, akan langsung mengalir lewat saluran kecil ke
wadah samping. Sirkulasi air uap jadi lancar.
Penutup
Itulah 6 kesalahan saat memasak yang tanpa disadari
bisa membuat nasi jadi lembek. Untuk
sepiring nasi yang pulen, saya rekomendasikan Rice Cooker Miyako Kesayangan Nikita Willy.
Penanak nasi legendaris ini sudah banyak membantu dan menemani keluarga dari
dulu hingga sekarang. Terbukti awet dengan harga affordable.












Posting Komentar
Posting Komentar